Kunang Kunang Kata
August 9, 2007
Di telapak berdebar, ia cahaya
terbang ke langit nadi
roh menyala
mencipta diri
ia menyiram terang
bila padam … kelam
hanya dengar teriak
dari jejak pekat
sia sia kau tebak siapa
kertas pelita
lentera waktu
kunang kunang kata
menulis diri
bersamanya
hasrat bercumbu
walau kita
tak pernah bertemu
di tangan sang pemburu
kerlipnya matahari
Jakarta, Oktober 2005
Posted by asrizalnur
Filed in Kolaborasi Nusantara dari Banjarbaru


