Aku meronda kunang kunang kata
sembunyi di balik bayang sendiri
jadi ilalang sepi
harap hinggap
acap mati di telapak berdebar

pada pencarian letih
ia terbang berpayung angin
kitari pandang lepas
goda jemari lamun
ah, aku menangkap embun
 
seperti kanak kanak  menjulang riang
pamerkan kunang kunang
ngerlip di tangan
sedih bila jadi kutu mati

hatihati menaruhnya di helai daun
harap bulan  memberi cahaya
dan aku menunggu
sayang, jerit ayam mengusirnya

ketika raib harap
tanpa diminta nyelam darahku 
tebar cahaya dalam nadi
meledak ledak kembangapi diri
lukis pelangi tak terbatas warna 
di kertas kata kata pelita
lentera musafir lalu

begitulah …
aku memburu
kadang cahaya, kutu mati
tergeletak di tangan berdebar
atau jadi kertas pelita
                          
Jakarta, Juni 2005Jakarta, Oktober 2005

Leave a Reply